Keyakinan dan Logika

http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/252849

Yakin dan logis

dua hal ini merupakan struktur dasar dari suatu pemikiran manusia, manusia
mempunyai kemampuan untuk berpikir logis, berpikir dialektik, dan juga belief
system.

yang menjadi masalah adalah bagaimana cara mengkontruksinya???

a. berpikir dialektik merupakan bagian dari berpikir logic, artinya dialektik
itu sendiri merupakan pengembangan berpikir secara logic.
b. logika bisa membentuk keyakinan. Misal satu contoh obyektive, setiap orang
pasti mati. Setiap orang loncat dari gedung 500 meter pasti mati. Dengan
mengandalkan logika, maka seseorang bisa meyakini kebenaran suatu kejadian.
c. keyakinan belum tentu logis, bahkan sering didogmakan bahwa banyak keyakinan
di luar logika. Inilah yang sering menjadi masalah.

keyakinan banyak membawa problem karena di luar logis, banyak sekali keyakinan
di luar logis yang destruktive. Fundamentalis adalah bentuk keyakinan di luar
logis, berperang demi sesuatu yang abstrak juga merupakan suatu bentuk-bentuk
keyakinan di luar logis. Semakin jauh mengandalkan keyakinannya sebagai fungsi
berpikir primary, maka semakin jauh logika ditanggalkan.

agama sadar tidak sadar membawa seseorang mengkontruksi logikanya berdasarkan
keyakinan. Logika pikirannya akan berjalan searah dengan keyakinan yang
dipercayainya. Mendekonstruksi hal ini bukanlah sesuatu hal yang gampang di
Indonesia, karena keyakinan ditanamkan sejak kecil, dan diajarkan secara
berulang-ulang hingga puluhan tahun, dari TK sampai university.

Inilah problem yang dihadapi oleh orang-orang Indonesia, logika berpikirnya
dikonstruksi oleh keyakinan. Bukan logika yang mengkontruksi keyakinan…..dan
butuh waktu panjang untuk bisa mendekonstruksi hal ini….

Bookmark and Share

Gejala sakitnya suatu masyarakat…

http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/250217

ketika masyarakat mulai LEBIH menggemari hal-hal irrasionil, seperti agama,
sinetron, atau tayangan-tayangan irrasionil hasil propaganda kekuasaan, maka
sebenarnya itu ciri-ciri masyarakat yang telah sakit dan tertindas oleh
kekuasaan, agama-sinetron-dan hal-hal irrasionil itu sesungguhnya tak lebih dari
sublimasi kesakitan social masyarakat.

masyarakat yang sehat tentunya masyarakat yang berjiwa rasional…

Bookmark and Share