Russia bangkit, Indonesia juga bisa
Saat ini banyak sekali tulisan, analisa, berita tentang kebangkitan Russia yang dapat diikuti baik via media Internet atau media cetak dan tv Indonesia. Russia mencengangkan dunia dengan kebangkitannya, dan kekayaan alamnya. Hal ini sebenarnya tidak mengherankan dan aneh jikalau mengikuti budaya dan perkembangan politiknya. Budaya merupakan faktor penguat bagi keberhasilan suatu kebangkitan, perubahan, atau revolusi.
Russia negara yang sangat luas, secara geografis berada membentang dari benua eropa sampai ujung asia, dan berada di ujung utara sehingga bersuhu dingin, bahkan sangat dingin. Kesulitan2 hidup adalah sahabat sejati warga Russia, sehingga tidak heran kalau wajah mereka jarang tersenyum. Kesulitan hidup ini pulalah yang membuat mereka cenderung kuat secara fisik, keras, dan mencari cara2 baru untuk mempertahankan hidup. Revolusi bolshewik adalah puncak dari perubahan Russia abad 20. Revolusi bolshewik adalah perubahan ekstrem yang disertai dengan kekerasan di bidang politik dan budaya, dan terutama mindset mereka yang ber-dialektika materialisme.
Russia mempunyai banyak suku bangsa, hingga kaum Yahudi juga banyak yang menetap di Russia. Kaum Yahudi mempunyai tradisi kebebasan berpikir, bahkan bertentangan dengan agama mainstream, dari Charles Darwin, Marx, Trotsky adalah keturunan Yahudi, tentunya bukan karena berdarah Yahudinya yang membuat mereka unggul, tapi tradisi kebebasan berpikir,dan melepaskan diri dari doktrinal yang membuat mereka unggul dalam kekuatan berpikir. Ini modal yang sangat berharga bagi perkembangan budaya Russia selanjutnya.
Setelah Lenin meninggal, kepemimpinan USSR digantikan oleh Joseph Stalin. Stalin adalah seorang diktaktor kejam terbesar abad 20, Stalin sangat pandai dalam berstrategi, hal ini terbukti dari kemenangan Russia melawan Nazi Jerman yang diawali perang di kota Stalingrad. Dengan pandainya Stalin yang memimpin Russia memancing tentara Nazi Jerman masuk jauh melintasi wilayah Russia yang luas, sehingga tentunya akan lebih sulit dalam hal distribusi. Akibatnya Russia dengan mudah memukul balik Nazi Jerman, bahkan banyak tank tank Nazi Jerman teronggok di jalanan karena kehabisan bahan bakar. Kemenangan ini dirayakan sebagai hari libur khusus di Russia.
Dibawah Gorbachev, USSR mencoba perestroika, namun akibatnya sungguh diluar dugaan, bahwa perestroika menghancurkan USSR. Harus diakui bahwa perestroika adalah revolusi ke titik extreme yang bertentangan dengan revolusi bolshewik. USSR bubar, kemudian Yeltsin Presiden Russia Federation pertama setelah bubarnya USSR menerapkan liberalisasi ekonomi. Russia disetir IMF, aset2 nasional mulai dikuasai oleh golongan kecil pengusaha atau oligarki semacam Roman Abramovich. Yeltsin, meski membawa angin demokrasi di Russia namun pada akhir hayatnya juga menyengsarakan rakyat Russia, karena liberalisasi ekonomi jelas membuat rakyat Russia sangat menderita, bahkan Yeltsin terlibat korupsi. Vladimir Putin, penerusnya adalah seorang yang berusaha mengembalikan kejayaan Russia, mengembalikan harga diri Russia. Putin mengkoreksi liberalisasi ekonomi, melepaskan diri dari IMF dan juga melepaskan diri penguasaan oligarki atas aset2 nasional. Meski dikritik bergaya diktaktor, namun tidak bisa disangkal bahwa dibawah Putin-lah ekonomi Russia jauh lebih membaik.
Bagaimana dengan Indonesia?
Sebenarnya Indonesia pada masa perjuangan berkiblat ke Russia, revolusi bolshewik telah menggetarkan gerakan2 kemerdekaan bagi negara2 terjajah. Tan Malaka, Darsono, Alimin, Muso adalah orang2 agent komunis Russia. Euforia Bolshewik menyulutkan pemberontakan PKI terhadap Belanda, namun pemberontakan tsb gagal, artinya bolshewik Indonesia telah gagal. Kemerdekaan Indonesia-pun penuh dengan banyak negosiasi, dan merupakan hal yang dijanjikan oleh Jepang sebagai saudara tua, hal yang sangat ditentang oleh Tan Malaka bahwa kemerdekaan harus direbut dengan sepenuh hati tanpa syarat, kemerdekaan absolut, kemerdekaan yang tidak dikasih, kemerdekaan dengan perjuangan.
Presiden Soekarno mendeklarasikan diri sebagai seorang marxist, pada masa yang dia sebut revolusi belum berakhir, berusaha mengganyang imperialis / nekolim (khas gerakan bolshewik) dengan ganyang Malaysia, namun pada faktanya gerakan ini tidak didukung sepenuh hati oleh Angkatan Darat. Sangat kontras dengan kemenangan Stalin atas Nazi Jerman, sebuah peristiwa patriotik yang masih dikenang hingga kini.
1965 terjadi kecelakaan sejarah, peristiwa ini tidak jelas siapa dalangnya hingga saat ini, namun akibatnya jelas, kiblat ke Russia telah berakhir digantikan kiblat ke Amerika Serikat beserta liberalisasi ekonominya.
Perbedaan2 itulah yang menguatkan perbedaan2 hasil atas revolusi yang sama, Russia mempunyai budaya yang keras, sangat patriotik, kebebasan berpikir, dan sejarah yang luar biasa sehingga modal tersebut sangat berarti bagi kebangkitan mereka. Revolusi2 yg ekstrem juga membuat mereka lebih memahami perubahan. Bagi saya, perbedaan itu adalah masa lalu Indonesia, tapi jika faktor2 yang menentukan keberhasilan revolusi Russia bisa kita teladani, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi sekuat Russia, tokoh intelektual Indonesia,Tan Malaka sebenarnya sudah membawa cakrawala berpikir dan budaya bolshewik Russia thd gerakan2 kemerdekaan Indonesia, China, dan Filiphina. Tan Malaka juga telah berusaha membumikan teori2 bolshewik Russia, namun sayang tokoh ini harus berakhir tragis oleh bangsanya sendiri. Akhir kata yang jelas bisa saya dapatkan dari Russia saat ini barulah “From Russia with love”.
Note: Mertua saya Yastrebova Maria seorang rakyat biasa, menceritakan bahwa Stalin membuat rakyat Russia menangis, dan sangat menderita, dan Vladimir Putin memperbaiki ekonomi Russia yg kolaps setelah kepemimpinan Boris Yeltsin. Dalam suatu polling tokoh Russia yang paling dikagumi, Stalin mendapat tempat tertinggi, bisa jadi dignity Russia berada di puncaknya setelah kemenangan perang atas Nazi Jerman.
Indonesia juga butuh kemunculan orang sekaliber Putin, yang berani memenjarakan oligarki penguasaan minyak (Khodorovsky), dan perlahan-lahan menasionalisasi perusahaan2 vital yang harus dikuasai oleh negara.
Semoga Tuhan mengkondisikannya…
December 27th, 2008 at 4:30 am
salam kenal, fansnya rusia kayaknya yaa..
January 28th, 2009 at 11:09 pm
salam kenal juga
saya mempelajari sejarah russia karena ada sesuatu “kunci” disana yang membuat negara itu cepat bangkit menjadi negeri adidaya lagi. salam