Rahasia Menuju Sukses 7: IQ,EQ dan SQ Marketing
Dalam menjalankan teknik marketing, selain menganalisa market terlebih dahulu, kita bisa masuk ke market dengan memanfaatkan 3 teknik kecerdasan yang dimiliki manusia. Manusia dikenal mempunyai 3 kecerdasan, yaitu kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual. Saya belum tahu pasti mengapa muncul kecerdasan spiritual, analisa saya kecerdasan emotional dan spiritual hampir mirip dan sama-sama memaksimalkan fungsi otak kanan.
Teknik marketing menggunakan teknik spiritual saya analisa pernah sangat sukses di Indonesia, dan menurut analisa saya inilah market terbesar di Indonesia. Seingat saya tokoh paling sukses dalam bisnis ini adalah AA Gym, beliau pernah mempunyai bisnis menggurita memanfaatkan kepercayaan terhadap figurnya yang spiritualis. Masyarakat Indonesia sendiri adalah masyarakat spiritualis, sehingga market beliau sungguh merupakan market terbesar di Indonesia. Saya pernah berlangganan sms spiritual dari AA Gym, yang tiap harinya berharga Rp 3000, per sms, dan saya yakin jumlah pelanggannya sangat banyak sekali. Namun sayang bisnis ini karena didasarkan kepercayaan spiritual yang paling kuat, maka andaikata kepercayaan tersebut luntur, maka market bisnis-nya akan cepat habis. Setelah era AA Gym, bermunculan era investasi syariah dari bank, dan produk2 lain berbasis spiritual, salah satu contoh paling mudah ditemukan adalah stempel halal dari produk makanan.
Saya pernah sukses menggabungkan konsep teknologi dan emosional. Pelanggan Internet Satellite saya, jelas bukanlah orang yang mempersepsikan saya sebagai seorang suci spiritualis, mereka lebih mempersepsikan kemampuan analisa masalah teknologi, dan emosi untuk membantu menganalisa masalah sampai ke jaringan internal network customer. Selain itu saya selalu mewajibkan memudahkan mendengarkan keluhan customer dan sering mengirim orang untuk hanya mendengarkan keluhan customer. Inilah pengalaman saya menjalankan bisnis berbasis emosional, karena teknologi Internet Satelit saat itu sudah dikenal beberapa pemain, namun bisnis kami-lah yang paling menonjol diantara pemain lain atau kami menjadi leader branding hanya karena kami memperhatikan aspek emosional customer.
Bisnis Internet sebenarnya sangat tidak cocok berbasis emosional, karena saya sadari, orang2 yang bergerak di bidang Internet Service Provider adalah orang-orang yang mempunyai kelebihan intelektual mumpuni, sehingga sangat adaptable terhadap perubahan teknologi. Bisnis ini sangat simple, dan efisien, karena ruh internet sendiri adalah efisiensi dan praktisi, sehingga partner saya di USA ingin masuk ke market Indonesia hanya menggunakan teknik simple dan efisien. Partner saya di USA tidak menyadari bahwa masyarakat Indonesia masih mempunyai jaringan emosional yang kuat untuk memutuskan pilihan bisnis. Lihat saja MLM sangat laku di Indonesia, tidak selaku di negara asalnya, hal ini pulalah yang harus dicermati untuk masuk ke Indonesian Market.
Internet, penyebaran informasi global, dan kemudahan informasi membuat gap jurang informasi menjadi sangat menyempit. Pembelajaran sangat mudah dilakukan dan membuat akselerasi pengetahuan. Informasi satelit yang saya pegang selama 3 tahun sudah bocor kemana-mana sehingga mempersempit ladang bisnis saya. Mudahnya transaksi global melalui www.alibaba.com dan www.globalsource.com juga memudahkan transaksi tanpa menggunakan agent. Perpanjangan jalur distribusi dipangkas sehingga harga lebih murah dan efisien. Perlu disadari disini market berubah ke market rasional. Market rasional adalah barang komoditi. Produk ini tidak mempunyai daya saing lebih selain harga murahnya. Inilah yang dilakukan china untuk penestrasi market global. Marketing untuk produk2 komoditas, tidak melihat pada aspek ikatan emosi partner, dan juga sosok partner, namun lebih pada pertimbangan harga yang kompetitive. Sampai saat ini saya analisa Internet belum bisa mempersambungkan emosional hubungan bisnis dengan tepat, sehingga di Internet produk2 yang laku dan beredar rata2 produk komoditas. Pada faktanya, bisnis yang paling besar memanfaatkan jasa Internet adalah bisnis situs porno dan judi, dua produk itu tidak perlu menggunakan aspek emosional dan spiritual.
Marketing
Pada dasarnya marketing juga proses untuk membuat belief system ke pelanggan agar pelanggan mempunyai emosi terhadap produk. Suatu iklan ditayangkan berulang-ulang di televisi, radio, dan media lainnya dengan frekuensi tertentu merupakan afirmasi untuk membuat belief system ke existing pelanggan dan calon pelanggan. Marketing digunakan karena bisnis berbasis komoditas yang hanya bersaing efisiensi dan harga murah sangatlah tipis keuntungannya. Menurut urutannya keuntungan bisnis paling mudah didapat merupakan bisnis yang berbasis spiritual, karena spiritual tidak perlu analisa pertimbangan lebih lanjut, sehingga profit margin bisa ditetapkan sebesar mungkin. Marketnya tidak besar, tapi profit marginnya besar. Yang kedua adalah bisnis berbasis emosional. Aspek ini juga mengutamakan pertimbangan emosi daripada rasio sehingga profit margin bisa ditetapkan agak besar. Bisnis yang paling susah mendapatkan profit margin adalah komoditas yang berbasis rasional. Biasanya bisnis ini diimbangi oleh mass market yang besar.
Entertainment saya amati adalah bisnis berbasis emosional aspek. Bisnis ini sangat memegang konsep emosi pelanggannya. Saya hampir kesulitan meninggalkan gebyar jakarta karena pengalaman saya ulang tahun ke 30. Club yang sering saya kunjungi menyediakan ruangan khusus buat saya dan kue tart serta merayakan ulang tahun ke 30 saya dengan glamour sekali. Disini saya tidak bisa lupakan seumur hidup karena itu perayaan ulang tahun saya paling glamour dan paling mahal hingga saya masih ada umur saat ini. Itulah kejelian bisnis entertainment, membuat pelanggannya seperti raja.