Mitos, Agama,Filsafat dan Science
Mitos, Agama,Filsafat dan Science
Saat ini seringkali science menjadi titik lawan dari agama. Hal ini
memang bisa dimaklumi karena dari tinjauan psikologis, lokasi
penempatan memory belief systemnya berlawanan. Agama merupakan produk
filsafat dan solusi-solusi yang terjadi atas budaya dan peradabannya
dalam dimensi waktu tertentu, sedangkan filsafat dan science adalah
suatu teori analisa untuk membuktikan kebenaran sesuatu kajian. Agama
adalah part of belief system, artinya dipercayai dulu baru digunakan
untuk memandang atau menganalisa. Tentu dengan metode ini maka fokus
pandangannya akan menjadi sempit,karena sudah terjadi batasan-batasan
yang dogmatis. Di Indonesia menggunakan ideologi pancasila dimana sila
pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, dan terkesan sangat spiritual
sekali. Dengan ideologi ini ditambah dogma-dogma agama yang kental
maka kita dari kecil sudah banyak ditempeli hal-hal sistem kepercayaan
dogmatis. Sialnya karena sistem dogmatis berada di layer 1 dari sistem
mind, maka analisa atau cara pandangnya/analisa berpikir menggunakan
sistem dogmatis tersebut.
Belief system adalah sistem operasi dasar mind manusia. Ketika belief
system didogmatis agama terlebih dahulu, maka semua hal akan dianalisa
dengan operating system yang dogmatis tersebut. Semua hal akan
dipilah-pilah, masuk dan ditolak sesuai sistem dogmatis tersebut.
FIlsafat modern dan science.
Sejak abad 16 di barat lahirlah filsuf2 modern. Mereka mulai
mengembangkan filsafat dan science. Filsafat dan science pada awalnya
sangat bersinggungan keras dengan agama. Pada puncaknya adalah Darwin
yang menjadi musuh nomor satu kaum agamawan dengan teori evolusi dan
adaptasi-nya. Setelah itu musuh nomor dua konon adalah Sigmund Freud
bapak psikologi modern. Science dan filsafat banyak mengurai dan
mengidentifikasi bagaimana alam,peradaban dan mahluknya bekerja. Hasil
identifikasi ini menjadikan teori atau sistem analisa atau sistem
pengkajian.
Seorang Marxis Leninis, dari kecil didogmatis sistem analisa yang
menjadi belief systemnya. Dalam memandang hidup dan dunia, mereka akan
selalu menganalisa terlebih dahulu dan baru memilah untuk memasukan
yang cocok dan membuang yang tidak. Disini sama sekali tidak diajarkan
cerita cerita mistis,mitos, bahkan agama, sehingga sistem memorynya
sungguh enteng karena hanya berisi sistem logik dan dialektik.
Hidupnya begitu simple karena tidak ada sistem kepercayaan reinkarnasi
yang susah untuk dibuktikan, ataupun past life yang sampai sekarang
belum ada yang bisa membuktikan kebenarannya. Bagi mereka, sesuatu
yang terbukti akan menjadi belief systemnya dan yang tidak bisa
dibuktikan akan menjadi cerita humor antar teman.
Seorang marxis leninis hanyalah menginstal sistem analisa dalam
mind-nya untuk selanjutnya digunakan untuk memandang dunia. Disini
prosesnya adalah berpikir dahulu, percaya kemudian setelah terbukti.
Hal ini sangat berbalik dengan agama, yang percaya dulu, baru
kepercayaan itu digunakan untuk sistem berpikir.
Marxis Leninis adalah suatu cara analisa hidup yang membumi, artinya
memandang bagaimana masyarakat hidup di bumi, dan bagaimana
materialisme dan energynya berubah wujud. Beberapa hukumnya sangat simpel
Segala sesuatunya mengalir atau bergerak dan tak ada yang tinggal diam
– heraclitus
dan tiga hukum utama
- Hukum peralihan kuantitas menjadi kualitas (hukum perubahan
wujud,disini ada faktor sebab akibat)
- Hukum gravitasi, atau kedua kutub yang saling merasuki.
- Hukum negasi dari negasi. (misal saling ngeyel atau membalikan,
misalnya Isa dieyel muhammad, dan tasawuf sufi adalah meng-eyel mohammad)
Mengapa saya memilih marxist?
Bagi saya mau dikatakan spiritual rendah atau apapun tidaklah menjadi
masalah karena itu hanyalah suatu penilaian. Bagi saya ruh telah
terperangkap kedalam suatu badan material dan dunia sehingga
hukum-hukum yang akan saya ikuti adalah hukum material dan hukum yang
berlaku di dunia, bukanlah hukum langit karena saya tidak tinggal di
langit. Saya tidak akan lari memikirkan langit karena saya bertanggung
jawab atas kelanggengan kehidupan tubuh material saya di bumi.
Seorang marxist, maka akan menganalisa dulu baru percaya.
Seorang beragama Islam tentu cara memandang dunia dengan logic Islam
Seorang beragama Kristen tentu cara memandang dunia dengan logic Kristen
Dogma2/mitos2 adalah faktor2 yang menyusun logic di mind-nya
Namun seorang marxist, memandang dunia dengan logic hukum alam karena
parameter logicnya adalah parameter alam/bumi yang sangat simpel.
salam
wawan
January 27th, 2009 at 11:58 am
+++++++++++++++
Dalam memandang hidup dan dunia, mereka akan
selalu menganalisa terlebih dahulu dan baru memilah untuk memasukan
yang cocok dan membuang yang tidak.
++++++++++++++++++++++
Dhimas saya sisakan yang ini,..
Dalam memandang hidup dengaan “”Menganalisa”",…terkait cara menganalisa ini apakah berlaku utk setiap manusia?mengingat:
~ uniknya manusia terkait kemampuan “”Menganalisa”"dalam teori ini
~ dibelakang analisa itu apa apakah diarahkan dengan melepas hal hal yg mempersempit pandangan hingga system analisa itu akan bekerja dengan sendirinya???
Suwun ya Dhimas
Buat Wacana …