Archive for January, 2009


Aku berteriak keras dari dalam kuburku

Aku berteriak keras dari dalam kuburku

Ketika banjir berada di tengah masyarakat kita
Ketika korupsi berada di tengah masyarakat kita
Ketika kapal tenggelam berada di tengah masyarakat kita
ketika korban kemanusiaan sering terjadi di tengah masyarakat kita
ketika kesialan selalu menghampiri masyarakat kita

dan itu dianggapnya takdir

maka masyarakat yang demikian itu adalah masyarakat yang belum merdeka

Merdeka artinya pengelolaan diri
Merdeka artinya kemauan diri
Merdeka artinya berdiri sendiri
Merdeka artinya kesadaran diri
Merdeka artinya tidak menunggu bantuan orang lain

Tahun 1900, seorang anak kecil dari desa terpencil di Pandan Gadang mendapat cerita dari orang tuanya bahwa ada suatu kolam dimana kalau mahrib telah tiba dan kamu bermain di kolam itu maka kamu akan kerasukan Jin. Pada faktanya memang demikian bahwa siapa yang bermain di kolam itu lewat tengah mahrib maka dalam 2-3 hari kedepan badannya terasa panas. Baru setelah berada di Haarlem Belanda seorang cerdas itu mengetahui mengapa ketika anak-anak bermain dikolam itu badannya terasa panas. Baru diketahuinya bahwa di kolam itu banyak nyamuk yang bisa membuat sakit malaria.

Seorang cerdas itu mengetahui bahwa nasib dirinya ditentukan oleh dirinya sendiri
Seorang cerdas itu mengetahui bahwa nasib bangsanya hanya bisa ditentukan oleh rakyatnya sendiri.
Seorang cerdas itu mengetahui bahwa segala sesuatunya berasal dari ide ide sendiri. Tidak menggantungkan pada yang lain, apalagi yang ghaib.

Bencana, korupsi, kapal tenggelam bukanlah karena kehendak alam. Janganlah disalahkan alam kalau kamu tidak mampu berpikir untuk mencegahnya. Jepang mampu mendeteksi gempa dan Tsunami. Jepang jauh lebih sering terkena dampak gempa daripada Indonesia. Namun orang jepang tidak menyerahkan nasib dan alamnya pada suatu kekuatan absolut yang ghaib. Ketidakberdayaan diri dalam berpikir lalu jangan kambinghitamkan kehendak alam atau kehendak ghaib. Yang demikianlah itu yang membuat rakyat tidak berdaya. Yang demikianlah itu yang membuat rakyat menunggu pertolongan ghaib. Yang demikianlah itu yang membuat rakyat menunggu satria piningit.

Korupsi adalah budaya warisan kolonial. Wabah korupsi bukanlah takdir kekayaan Indonesia untuk dibuat bancakan. Wabah korupsi terjadi karena budaya kolonial yang tidak mampu dicegah oleh rakyat sendiri untuk terjadi.

Kapal tenggelam dan beberapa orang mati bukanlah kehendak alam. Kapal tenggelam dan beberapa orang mati bukanlah takdir. Kejadian itu karena ketidakmampuan pikir untuk analisa keselamatan kapal, keadaan cuaca dan parameter-parameter lain yang harus dimasukan untuk sistem berpikir.

Sudah berkali-kali kesalahan dibuat dan sudah berkali-kali kesialan diterima namun tetap saja terjadi. Hal itu terjadi karena MINDSET rakyat Indonesia telah error, telah dijajah mahluk ghaib, telah diserahkan nasibnya pada yang ghaib yang mengatur dirinya dan tidak jelas entah berada dimana. Lepas dari penjajahan Belanda belum berarti terbebas dari penjajahan. Lepas dari penjajahan Jepang belum berarti lepas dari penjajahan. Masih banyak penjajahan-penjajahan lain, dan yang paling sulit diketahui adalah penjajahan yang bersifat ghaib. Karena itu ghaib maka sulit diketahui, karena itu berada dalam otak pikiran maka susah dilihat oleh mata, namun itu bisa diketahui dari apa yang terjadi pada diri. Itu bisa dilihat dari apa yang terjadi pada nasib bangsa. Tanah subur, minyak dimana mana, gas dan emas bertebaran, namun tetap miskin, dan tidak ada penjajah real yang menjajah, lalu siapa lagi yang menjajah kalau bukan pikiran dari manusia manusia Indonesia itu sendiri.

Kalau saja kamu masih menunggu satria piningit
Kalau saja kamu masih mempercayakan alur hidupmu kepada sosok ghaib
kalau saja kamu belum mempercayakan pengelolaan dirimu pada diri sendiri
maka
kamu belum merdeka

Seorang cerdas dari desa kecil Pandan Gadang yang pernah menjelajahi Trans Siberia,dari Eropa timur sampai China mengatakan Merdekalah 100 persen. Aku akan berteriak keras dari kuburku melalui pikiran orang-orang yang revolusioner.

Penghormatan untuk Ibrahim datuk Tan Malaka.

Kuznetsovalogic: Revolusi Cara Berpikir

Kuznetsovalogic: Revolusi Cara Berpikir

Indonesia kaya rempah-rempah
Indonesia kaya gas
Indonesia kaya minyak
Indonesia tanah subur
Indonesia kaya budaya

Namun hingga saat ini Indonesia ternyata masih miskin. Fakta ini tidak bisa diingkari sehingga saya yang seorang dialektikalis mencari penyebabnya.
Boleh saya katakan Indonesia kaya akan segalanya, namun satu faktor yang Indonesia tidak punya, yaitu tidak mempunyai kritikal thinking. Sekaya apapun bangsa, kalau operating system yang digunakan salah, maka yang terjadi adalah kehancuran.Di Indonesia boleh saya katakan mindset rakyatnya sedang mengalami crash yang akan segera memuncak. Hal ini disebabkan oleh banyaknya dogmatisme di Indonesia, dari agama, budaya, dan dogma2 lain yang dipaksakan oleh orang tua kita untuk dipercaya.

Saya seorang yang pernah berkuliah di Teknik Informatika meski tidak menyelesaikan kuliah karena saya tidak menemukan suatu alasan yang tepat untuk melanjutkan kuliah setelah membawa 2x berturut2 piala nomor satu dari perguruan tinggi atas lomba karya tulis ilmiah. Sistem berpikir bisa saya gambarkan seperti operating system dan aplikasinya. Otak orang Indonesia diinstal banyak belief system, dari agama, lalu budaya jawanism yang feodal dan karena elit politik dikuasai oleh orang jawa maka budaya ini seperti menjadi budaya Indonesia tanpa disadari oleh masyarakat Indonesia. Seperti halnya komputer yang diinstal Windows dan banyak aplikasinya, maka tentu saja berat untuk digunakan, dan sistem kritikal thinkingnya menjadi sangat sempit karena sudah banyak sekali logik2 benar dan salah yang diinstal di level kernel mindset.

Saya bertemu wanita Russia Diana Kuznetsova yang menjadi ibu dari anak saya Alexandra Kuznetsova Setiawan. Kami mengalami benturan budaya, karena saya sebagai manusia Indonesia telah diinstal sistem logik yang kompleks, seperti logik Islam yang banyak sekali peraturan dan logik jawa yang feodal. Dengan sistem ini maka kebenaran bagi saya adalah absolut satu kebenaran. Ketika bertemu Diana Kuznetsova dan berada di negeri marxis, saya mengalami crash sistem, karena ternyata saya berada di suatu wilayah yang masyarakatnya rasionalis. Seorang Diana Kuznetsova hanya mengerti patung Lenin yang besar berdiri megah, dan Karl Marx digunakan sebagai nama jalan utama di kotanya, dia tidak terlalu banyak mengerti dan mendewakan tokoh2 tersebut, namun baru saya tahu, ternyata kemampuan dia bukanlah karena nama Karl Marx dan karena nama seorang tokoh besar Soviet Vladimir Ilyich Lenin, namun karena kernel sistem operasi Mindset yang ditulis Karl Marx dan Lenin berada di kernel sistem operasi mindsetnya. Hakekat pemikiran seorang Karl Marx dan Lenin telah berada di otaknya sejak kanak-kanak sehingga sistem operasi mindsetnya adalah logik dulu baru sistem kepercayaan.

Konflik Kernel System Agama dan budaya
Suatu agama dan budaya membawa suatu banyak aturan. Aturan2 ini seperti rangkaian software,sehingga semakin banyak aturan, maka semakin panjang logik software, ketika dicompile beresiko crashnya besar. Windows akan kesulitan menjalankan OpenOffice, sedemikian juga Linux tidak compatible dengan Microsoft Office.
Demikian juga dengan agama dan budaya.
Seorang Islam seperti saya sudah didoktrin tidak ada kebenaran lain selain Islam. Seorang Kristen, sudah didoktrin tidak ada kebenaran lain selain jalan keselamatan Jesus Christus. Baru saya mengerti teori Relativitas bahwa pikiran/mindset tidak mengenal benar dan salah dari Diana Kuznetsova. Dunia ini adalah relative. Sesuatu yang dipercaya benar akan menjadi kenyataan, dan benar dan kenyataan adalah relativ bagi setiap manusia. Baru saya ketahui bahwa Kuznetsova menggunakan sistem berpikir/kernelĀ  dialektika materialisme dan menggunakan sistem aplikasi modular untuk mencapai suatu keinginan. Kalau mau menggambar diinstallah Corel Draw dan digunakanlah untuk menggambar, kalau mau menulis diinstallah Office dan digunakan untuk menulis. Ini sistem berpikir yang praktis,modular, analitis, dan critikal.

Dialektika Materialisme bukanlah sesuatu yang diciptakan Karl Marx. Hindu sudah mengenal hukum alam dialektika materialisme sejak ribuan tahun sebelum masehi, demikian juga Sidharta, dialektika materialisme adalah hukum alam dimana diidentifikasi oleh Sidharta di India, juga diidentifikasi di China, diidentifikasi di Indonesia, dan juga di barat. Konsep Trinitas boleh juga disebut konsep dialektika materialisme. Bapak sebagai thesis, Ibu sebagai Anti Thesis, dan anak sebagai Sintesis. Ini hukum alam yang paling universal, ini bukan kepercayaan, ini bukan agama, ini hanyalah cara analisa, ini hanyalah cara alam bergerak dan berevolusi.

Saya tegaskan, saya tidak mempercayai seorang Yahudi adalah bangsa pilihan Tuhan, di Indonesia, di Amerika, di Russia, di China, apabila menggunakan sistem kernel dasar dialektika materialisme, maka sebenarnya dia sudah berpikir ala Yahudi. Sudah sama pandai-nya dengan bangsa Yahudi. Dna dan tubuh2 materialisme hanya membentuk tubuh yang berbeda, namun cara berpikir adalah seperti kernel sistem operasi, Anda mau instal sistem operasi apa di otak Anda?

Saya tegaskan juga, hukum dialektika materialisme tidak membolehkan sesuatu dengan absolut, tidak membolehkan kultus, karena hukum dasarnya adalah keterasukan dua kutub, hukum dasarnya adalah dualisme, hukum dasarnya adalah keseimbangan dua kutub, hukum dasarnya adalah kebenaran itu bukan satu, hukum dasarnya adalah relativitas. Dengan demikian seorang dialektikalis, tidak membolehkan suatu kebenaran absolut, tidak membolehkan suatu pengkultusan bahwa dirinyalah yang paling benar, seorang dialektikalis adalah orang yang egaliter, apapun bentuk fisik ataupun suku bangsa, kalau otaknya diinstal dialektika logika materialisme maka dia adalah orang yang adaptable…dia adalah orang yang rasional, dia adalah orang yang selalu bisa mengikuti peradaban, seorang dialektikalis hanya mempercayai bahwa keabadian adalah perubahan itu sendiri, dan untuk selanjutnya dengan rasional dia akan mengikuti peradaban. Masa lalu biarlah berlalu…….biarkan lewat berlalu dan kita mengalir menuju masa depan yang lebih cerah…….

Indonesia hanya membutuhkan REVOLUSI CARA BERPIKIR untuk masa depan yang lebih cerah…bukan revolusi massa…
selamat datang era Bolshewik Mindset…

Revolusi Belum Berakhir…
Revolusi Masih Harus Mengalir Lagi…