Kepercayaan sebagai tenaga penggerak
Kepercayaan sebagai tenaga penggerak
Manusia pada dasarnya digerakan oleh sistem kepercayaannya/mitos2nya. Mitos-mitos atau kepercayaan itu boleh saya katakan sebagai tenaga penggerak proses manusia. Saya sebagai manusia bukannya tidak mempunyai sistem kepercayaan thd Tuhan, tapi saya kira itu menjadi suatu proses yang telah berlalu dalam hidup saya. Mungkin terlalu tingginya kepercayaan saya sebelumnya thd Tuhan membuat banyak konflik pribadi, namun dari menimba ilmu pengetahuan, sudah agak jelas terurai bagaimana kita sebagai manusia memecahkan masalah2 pribadinya dan kesadaran dirinya.
Saat ini saya membangun imajinasi2 mitos ala barat, atau standar barat yaitu pengetahuan, karena dengan itulah orang Barat yang telah menyebarkan faham globalnya bisa tumbuh dan berkembang lebih lanjut. Tiada jalan lain menyelematkan generasi anak cucu saya selain membangun mitos keberhasilan yang kuat dengan jalan ilmu pengetahuan agar setidaknya semalas-malasnya generasi berikutnya dari keluarga saya bisa menimba pengalaman2 dari apa yang telah saya lalui dengan banyak pengorbanan energi ini menjadi tidak sia-sia.
Saya tekankan kepada semua keponakan saya dan satu istri saya bahwa ilmu pengetahuan yang membuat hidup kita lebih baik kelak, mereka harus mempercayai ini terlebih dahulu diatas kepercayaan thd Tuhan yang telah menjadi mitos2 abad lalu. Agama dan kepercayaan kuno memang membangun moral, tapi moral itu dibangun dengan penuh terror atas pembalasan perlakuan jahat di dunia, hal ini tidak cukup menakutkan bagi saya, namun saya lebih terkesima thd kesadaran diri untuk tidak melakukan kejahatan di atas dunia dan tidak ada relevansinya dengan teror setelah kematian.
Teror di alam kematian sungguh menakutkan sehingga menelan kesadaran diri kita untuk harus menjadi budak2 Tuhan hanya agar mendapatkan nasib yang lebih baik di alam kematian. Ironisnya tidak ada satupun manusia yang menunjukan kesuksesannya di alam kematian. Secara alam nyata, sukses-sukses manusia dibangun dengan mitos-mitos ilmu pengetahuan disertai morality yang tinggi, dan kiranya pengetahuan dengan moral rendah sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia.
Kepada keponakan-keponakan saya yang dibangun atas nilai2 religi Islam, saya tekankan bahwa prestasi adalah besekolah di eropa, dan amerika bagi saya adalah tidak karena disana dibangun nilai religi semu, namun eropa membangun nilai religi yang lebih established, dan tentu saja ini penilaian saya pada era saya masih hidup. Saya berikan tantangan kepada semua keponakan-keponakan saya untuk bisa bersekolah di Jerman atau Leningrad, dimana ilmu pengetahuan telah berkembang pesat dengan baik. Saya bukannya membual karena saya juga persiapkan infrastruktur untuk bisa bersekolah disana. History dan pengetahuan bagi Karl Marx adalah materi, untuk itu kalau kamu bilang butuh infrastruktur maka aku berika materialisme infrastruktur, tentunya kalian2 semua tahu apa yang musti kalian lakukan untuk bisa berkembang menempuh hidup di eropa, yang utama adalah kemampuan kalian sendiri selain saya tinggalkan jejak beberapa infrastruktur yang bisa kalian capai.
Satu keponakan telah berniat bersekolah di Kuala Lumpur, saya-pun punya teman baik di KL, tapi itu menjadi nomor 100 bagi tunjangan infrastruktur yang bisa kamu capai, namun infrastruktur materialisme nomor satunya adalah niat kalian sendiri. Saran pergi ke mancanegara bagi saya bukannya tanpa tujuan. Disamping menimba ilmu science,kamu semua akan menimba ilmu hidup, kamu akan sadar bagaimana harus hidup berbagi, atau hidup menjadi minoritas,atau hidup dalam perbedaan-perbedaan keyakinan. Perbedaan-perbedaan itulah yang membuat proses hidupmu jauh lebih berkembang disamping menimba science yang banyak.
Satu keponakan telah bisa mendapatkan beasiswa 1 tahun pertukaran pelajar di Australia, tampaknya nilai2 western yang saya tanam telah mengalir baik di mind mereka sehingga mereka menjadikan saya sebagai tolok ukur acuan kemampuan science meski belum ada satupun yang bisa mengimbangi kemampuan kecil saya ketika 4 tahun sudah mampu melakukan kemampuan baca. Itu tidak menjadi mengapa karena segala sesuatunya bisa dikejar dengan kemauan yang tinggi dan keras. Kamu semua akan melewatiku jika memang kamu semua mempercayai setiap tulisan2-ku.
Buat kamu2 semua dan juga Alexandra Kuznetsova carilah artikel dari Alexandra Kollontai (peranan wanita pada bolshewik 1917) dan Rosa Luxemburgo, dua wanita itu telah berperan besar dalam era Bolshevik Russia dan mendobrak kesetaraan gender yang sebelumnya juga terkekang di Russia. Alexa tanpa adanya dua wanita itu bukanlah bisa menjadi seperti sekarang namun kamu tidak perlu mengkultuskannya. Mereka semua adalah agen2 bolshewik yang sudah ikhlas berbuat tanpa harapan dan rasa terima kasih dari kalian, mereka semua adalah agen2 spiritualitas aseli karena berbuat dengan tulus ikhlas tanpa mengharap imbalan apapun.
Aku berikan salah satu kunci belajar yang cepat, yaitu memaksimalkan intuisi dan daya kreasi imajinasimu, tapi kalau kamu tidak imbangi dengan rasio yang tinggi kekuatan intuisi ini sangat berbahaya. Ingat bahwa kunci dari semuanya adalah keseimbangan gerak yang harus selalu dinamis.
Kalau aku boleh memuja (fokus kehidupanku), maka aku memuja kemampuan ilmu pengetahuan bangsa eropa, dan seperti Tan Malaka bilang, jadilah orang Timur yang pandai dengan ilmu barat mengalahkan orang barat, dan kamu jangan berkicau sebelum bisa mengalahkan orang barat dalam hal pengetahuan.
Seorang keponakan juga bilang memuja kepandaian Tan Malaka tapi takut karena komunisme. Jangan kamu diteror ketakutan untuk bisa berpengetahuan. Saudarimu Alexandra Kuznetsova adalah seorang komunis atheis kecil, mereka adalah suadarimu sendiri dan dicintai oleh papa mamamu semua.