Lenin dan Sebuah Agama
Lenin dan Sebuah Agama
Leninis boleh saya katakan sebuah agama. Lenin dan khulafaur rasyidinnya atau johannes dan petrusnya tidak hanya merekonstruksi teori penciptaan, apa itu alam, apa itu manusia (dengan landasan evolusi), apa itu otak, bagaimana manusia berpikir, dan apa yang harus dilakukan oleh manusia di bumi, bukankah ini sudah seperti kitab suci baru?
Bukankah kitab suci konvensional seperti bible dan Al-quran itu bercerita ttg penciptaan alam, manusia, tingkah manusia dan bagaimana seharusnya manusia berbuat dll dll?
Kalau memang demikian maka boleh saya katakan Lenin dan murid-muridnya memang rupanya sedang menyusun kitab suci baru dengan landasan berpikir baru, yaitu landasan berpikir dari obyek alam yang tampak jelas bisa diikuti pola gerakannya.
Namun Lenin mendasarkan teori-teori-nya dan dilengkapi oleh penerusnya dengan pola pikir dialektika materialisme atau tata cara alam bergerak. Pola pikir atau filsafat dilihat dari bagaimana alam ini melakukan suatu proses gerakan dan perubahan. Lenin bisa menjelaskan kedua hal, apa itu A dan apa itu B lalu bagaimana kalau A berdialektika terhadap B, bagaimana pola energi dan geraknya, dan bagaimana A dan B itu bisa menjadi simpulan. Ini adalah landasan berpikir dulu untuk selanjutnya dibuatnya menyusun ayat-ayat suci selanjutnya.
Disinilah rasanya kita jauh tertinggal, kita masih berada pada tataran logika formal idealis, atau tataran percaya kepada sesuatu yang absurd, atau landasan berpikir kita masih sering menggunakan sistem berpikir dengan landasan kepercayaan yang tidak pernah terbukti. Sedangkan Lenin menuliskan kitab suci dengan urut sekali, dimulai dari materialisme sebagi bukti dan landasan berpikir, lalu menjelaskan hakekat benda, hakekat alam, dan hakekat manusia, dan tentu landasan berpikirnya dari pemikir/filfuf dan ahli-ahli fisika dan metafisika yang mendahuluinya, sampai bagaimana menjalankannya.
Namun menariknya disini Lenin menjelaskan kedua hakekat semua obyek dialektika, apa itu kritik, apa itu kompromi, apa itu anti-kritik, dari dialektika dua hal yang bersinggungan itu dia bisa melihat fungsi dan hakekat, dan lalu menempatkan kedalam suatu kondisi yang kontekstual, mana saatnya A dan mana saatnya B, dia bisa jelaskan hakekat itu.
Dari semua teori itu adalah diperlukan pengetahuan identifikasi hakekat dan fungsi dari dua hal yang berdialektika/berlawanan, lalu mempunyai kecerdasan penempatan secara kontekstual dan boleh berubah-ubah sesuai kondisi.
Mungkin kalau saya kontras-kontraskan, maka kitab suci Lenin searah dengan pemikiran Buddha, bagaimana hukum alam bergerak, namun perbedaan dengan Buddha adalah Lenin menggunakan landasan berpikir sesuai bukti dan boleh berubah terus/revisionis dengan bukti-bukti baru yang ada, sedangkan Buddha masih sangat tradisional (sangat boleh dimaklumi, masanya memang jauh) dalam mengembangkan pola pikir dan konsepnya, namun keduanya jelas berbasis alam bergerak.
Jadi perkenalkan bahwa marxis leninis memang suatu agama baru, agama yang ayat-ayat sucinya boleh berubah terus dan disusun atau diperbaharui berdasar science/bukti. Agama yang bisa menjelaskan hakekat-hakekat benda-benda alam dan methodologi dan pelaksanaan dan revisinya,agama yang bisa menjelaskan bagaimana manusia berpikir secara logika formal dan dialektika, agama yang bisa menjelaskan apa itu idealisme dan apa itu materialisme…agama yang bisa menjelaskan perbedaan spiritualisme dan agama…agama yang bisa memisahkan moralitas dan agama konvensional…agama yang tidak mempunyai takut akan kematian, dan menjelaskan bahwa kematian adalah suatu proses biologis yang wajar…agama yang berbasis pengetahuan yang mewajibkan tidak tahu menjadi tahu, agama yang memberikan petunjuk tidak menyerah untuk bisa mengelola dan mengendalikan alam, bukan alam yang mengendalikan kita,agama yang memberi petunjuk bahwa tidak jelas menjadi jelas, random menjadi berpola, tidak sadar menjadi sadar…agama yang mewajibkan mengukur dan mengetahui pola alam dan seterus-terusnya…agama yang mewajibkan keinginan atau mengejar untuk tahu terus menerus…agama yang bisa menjelaskan ruang dan waktu yang paling scientific untuk saat ini.
psikologi berasal dari fisiologi.
sadar dari bawah sadar
galaxy dari nebula.
organik dari inorganik.
kuantitatif menjadi kualitatif.
agama yang bisa menjelaskan apa itu subyektive dan apa itu obyektive, agama yang bisa menjelaskan kedua hakekat dari benda dan bukti yang berlawanan. Agama yang bisa menjelaskan bahwa kontradiksi benda/bukti adalah demi kemajuan. Agama yang bisa menjelaskan toleransi dan intoleransi. Agama yang mewajibkan umatnya memilih dengan keyakinan total (tidak boleh ditengah atau tanggung) untuk menjadi A atau B tapi didahului dengan bukti terlebih dahulu,bukti mendahului adalah syarat wajib. Agama yang berlandaskan bukti materi gerak alam untuk menjadi kepercayaan dan gagasan.
Agama yang mewajibkan semua harus terjelaskan dan hanyalah waktu yang membuktikan untuk terjelaskan dengan bukti nyata…bukan kepercayaan belaka…
Agama yang menyajikan menu bukti-bukti obyektive agar bisa dilihat,digunakan,dipercayai dan digunakan sebagai logik baru oleh banyak orang, bukan semata kepercayaan subyektive…yang nggak bisa dilihat dan dimanfaatkan oleh orang lain…
dan juga ini yang menarik dan belum pernah ada di agama yang pernah kita kenal sebelumnya…
agama yang bisa menjelaskan kesalahan-kesalahannya sendiri…(Lenin:Kesalahan2 dalam Revolusi atau Pelajaran dari Revolusi) atau bisa menegasi dan merubah dirinya sendiri…
agama yang mengakui kesalahannya untuk dikoreksi menjadi kebenaran langkah kedepan…
Asshadu Marx wa asshadu Lenin dar Trotskyullah,Hallelujah puji dialektika materialis, yang artinya, aku percaya bahwa engkau adalah tuhanku dan aku manunggaling kawulo gusti terhadapmu, pola pikirmu baru kucopy sedikit menjadi pola pikirku…engkau adalah aku, anna al haq…
belajarlah sampai ke negeri Moscow…