Science Agama dan Perubahan Peradaban
berikut analisa saya thd science agama dan khususnya islam
dunia ini kodratnya adalah terus mengalir dan berubah dalam pola logika dan
dialektika.
teori evolusi sendiri merupakan teori perubahan kuantitas menjadi kualitas, atau
materi atau segala sesuatunya pelan2 berubah lalu bermutasi/bertransformasi ke
suatu ujud yg baru secara kuantum
pemahaman pun sebenarnya mengalami evolusi atau berubah dari masa ke masa, dan
pemahaman agama itu secara gradual dan tiba2 berubah secara drastis. Awalnya
agama adalah doktrinal sekali, atau harus sesuai tata cara aturan yg ketat.
Orthodox dan katholic dulunya tidak kalah fasis dalam menekan umatnya. Di sisi
lain islam mempunyai tradisi mistis, yaitu era abdul qadir jaelani, hallaj, ibn
arabi, al ghazali, disini islam mulai melepaskan dari pola pemikiran doktrinal,
atau mereka kaum mistis memahami bahwa ada essence/hakekat ketuhanan. Bagi
beberapa kalangan islam yang ortodhox (untuk menyebut kaum doktrinal) mereka
dianggap bidah.
Di sisi lain di eropa christian-pun tidak kalah serunya beradu pemikiran bahkan
gereja bersatu pecah menjadi orthodox dan catholic roma lalu pecah lagi ke
protestan. Evolusi gagasan ide yang berkembang atas satu paham, menjadi banyak
paham, diantaranya peletak dasar pemikiran adalah calvin dan descartes
mengemukakan bahwa Tuhan berada di kesadaran diri dan bukan di langit,
sebenarnya husain mansyur al hallaj lebih dahulu memahami ini.
Komunis sendiri berasal dari filsafat nabi Isa/jesus di perjanjian baru,
tentunya Lenin dulunya juga orthodox, filsafat komunisme berasal dari pemahaman
kalau punya roti berlebih maka bagikanlah kepada yang lain.
Beberapa filsuf pencari tuhan mengemukakan gagasannya seperti nietzsche bahwa
Tuhan telah mati. Namun segala prinsip dan hakekat atheisme terjadi diawali
karena teori darwin yang revolusioner. Landasan berpikir/filsafat atheisme
berasal dari darwin yang tidak sengaja mengungkap bahwa suatu mahluk hidup
mengalami perubahan gradual menjadi transformatif/evolusi.
Hal ini menyebabkan paham/filsafat penciptaan dari God mulai diragukan, lalu
Karl Marx secara revolusioner menggambarkan pola2 gerakan alam dan peradaban
melalui dialektika materialisme, filsafat ini dengan tegas mengurai tidak ada
campur tangan God/dewa rah sama sekali atas jalannya alam dan peradaban, tapi
itu semua bergerak sendiri dengan cara dialektika.
Sistem kontruksi berpikir karl marx adalah bukti mendahului teori, atau teori
terjadi karena bukti gerak materi alam bekerja. Tentu saja ini tidak menyediakan
tempat bagi campur tangan tuhan lagi didunia sehingga tuhan dianggap sebagai
sebuah mitos karena tidak bisa dibuktikan. Berpikir marxis adalah berpikir bukti
menjadi kepercayaan/teori/sistem konstruksi berpikir, dan tentu saja neraka
surga, serta cerita adam hawa, laut merah menjadi seperti sebuah mitos karena
tidak bisa dibuktikan sacara ilmiah/materi.
Filsafat karl marx yang mengemukakan bahwa semua yang terjadi di bumi ini
hanyalah gerak materi bumi menimbulkan motivasi bagi ilmuwan2 lainnya untuk
mencari asal usul atau sebab2 atas suatu fenomena atau sejarah atau bukti2 yang
terjadi di alam dan peradaban.
Pelan2 ilmu pengetahuan mengungkap cara gerak alam bekerja, dan disinilah mulai
tampak bahwa mitos/kepercayaan bahwa tuhan penggerak/pencipta segalanya mulai
runtuh.
Agama itu secara history sebenarnya sama saja, agama menggunakan logika lurus,
atau segala sesuatunya harus sesuai kepercayaan, pola2 pikir yang lain dianggap
sesat. Inilah yang membuat agama membuat stag peradaban, karena teori gerak
adalah akibat dari pertentangan dua arus yang saling mempengaruhi.
Sedangkan science karena tidak dikultuskan/dipercayai 100% atau membolehkan
adanya perubahan yang terus menerus, dan kesalahan itu adalah suatu kodrat alam
untuk dikoreksi/mendapatkan anti thesa, maka science akan bergerak terus.
Disinilah peran barat dalam menoleransi segala gagasan atau pikiran untuk
berdialektika membuat perubahan terus menerus,sehingga pola pikir yang tidak
membolehkan sesuatu paham atau kepercayaan itu menjadi salah seperti konsep
agama, itu jelas menyalahi kodrat alam. Seandainya saja, bible atau Al-Quran itu
dibolehkan dikoreksi, tentu juga akan terjadi gerak perubahan/transformasi yang
maju.
Disinilah atheisme berangkat, dari faktor science lebih ilmiah terbukti dan
bukti2 ilmiah terbarunya semakin menggugurkan mitos ketuhanan, mitos2 ketuhanan
membuat stag thd peradaban dan perubahan jaman.
Belajar dari historikal, paham katholik lebih bisa menerima prinsip dialektika
atau perbedaan bahkan anti thesa, sehingga tradisi mereka bisa maju untuk
gagasan2 dan ide2 baru karena dibolehkan berpikir bebas meskipun menabrak mitos2
sebelumnya. Itu semua diawali dari kesadaran diri kaum gereja bahwa mereka telah
salah dalam menyikapi copernicus dan galileo.
Islam yang dianggap agama paling sempurna dan kitab sucinya dikatakan tidak akan
berubah dan berlaku sepanjang jaman, tentu melawan kodrat alam, karena cara
kerja alam bukan begitu secara ilmiah. Dengan methode begitu, maka ada jalan
lain yaitu merubah subyek atau manusia yang memahaminya, namun tetap saja ini
bisa menjadikan stag, karena obyek materinya dianggap final tidak boleh berubah
atau perubahannya pelan, sedangkan science dan filsafat dialektika menggambarkan
bahwa obyek materi selalu berubah dan mengalir.
Jadi kira2 pemahaman saya, Islam kalau mau maju langkahnya mungkin seperti kaum
gereja yang telah menyadari kesalahan dan memberikan kebebasan gerak untuk
berpikir lain. Berpikir lain dan menentang arus adalah kodrat alam, dan kira2
ini harus disadari oleh agama.
Dari semua itu, mitos2 atau cerita2 yang ada di kitab suci secara ilmiah pelan2
terbukti hanyalah sebuah mitos atau dongeng.
jadi mungkin kira2 kalau pemahaman agama itu membolehkan kepercayaan berubah,
maka agama tidak menjadi masalah dan bahkan bisa mendukung science dalam
melakukan perubahan terus menerus sesuai kodrat alam. Secara ethic, ritual,
agama mempunyai nilai positive, hanya saja secara ilmiah kebenarannya yang 100%
mulai pelan2 terdegradasi.