Solusi bagi kelas miskin Indonesia

http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/245171
problema kelas miskin indonesia itu menurut saya adalah dijangkiti cara berpikir
mistis yang amat parah, biasanya semakin miskin semakin parah tingkat keracunan
mistis takhyulnya, jadi gimana mau bangkit, lha wong kelas miskin itu bisanya

1. sudah percaya takdir dan pasrah.
2. mengharapkan dari segala sesuatu yang mistis

ya akhirnya akan muter-muter di cara berpikir yang penuh mistis dan takhyul
sambil jengkang jengking menunggu allah mengabulkan doanya.

kalau mau serius memberantas dan memberdayakan kaum miskin di indonesia yang
dicuci bersih dulu adalah otaknya dari cara berpikir yang penuh logika mistis.

***

http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/245172

Kelas miskin di Indonesia itu telah dimiskinkan atau dipenjarakan oleh otak dan
pikirannya sendiri.

semakin miskin semakin parah tingkat keracunan terhadap hal-hal mistis takhyul.
mereka menganggap kemiskinannya adalah

takdir dari allah

dan karena menganggap penyebab kemiskinannya adalah takdir dari allah maka
solusinya juga

jengkang jengking minta rejeki ke allah.

ini adalah suatu bentuk sebab akibat…ini adalah suatu bentuk logika, ya
logika, tapi logika mistis bin takhyul.

karena menganggap sebab berasal dari allah akibatnya solusinya juga meminta doa
kepada allah.

padahal semua itu adalah omong kosong, dan jelas-jelas kelas miskin di indonesia
itu terperangkap oleh pemikirannya sendiri yang penuh dengan logika sebab akibat
mistis

kalau mau memberdayakan kelas miskin indonesia ya bersihkan dulu/cuci otaknya
dari suatu pemikiran logika sebab akibat yang mistis dan penuh takhyul.

***

http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/245173

tidak salah presiden sby bilang kelas miskin indonesia diajari pendidikan
kewirausahaan

tapi yang namanya wirausaha itu penuh resiko dan seluk beluk masalah…

jadi kalo kelas miskin di indonesia itu tidak dicuci bersih dulu otak dan
pemikirannya dari logika mistis, maka ketika nanti terkena masalah atau
problema, maka logikanya akan mengkaitkan dengan hal-hal mistis semacam allah
swt, jesus kristus, jin, atau nyi roro kidul, dan solusinya juga tak lebih dari
pergi ke dukun buat susuk penglarisan, atau kasih sesaji, atau jengkang-jengking
berdoa kepada allah buat menyelesaikan masalahnya….atau hal-hal irrasional
lainnya

yang kudu dilakukan buat menyelematkan kelas miskin indonesia itu tentunya
adalah
1. bersihkan dulu otak dan pikirannya dari logika takhyul
2. ajari pendidikan kewirausahaan.

kalau otak dan pikirannya sudah steril dari logika mistis, maka pendidikan
kewirausahaan akan lebih lancar, karena ketika nanti berwirausaha dan
mendapatkan masalah maka problem solvingnya akan rasional.

Perspektive dunia dan asal usul cara berpikirnya..

http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/245059

Warga kampung Proletar memang sungguh berwarna

Pak Abbas menyandarkan cara pandangnya terhadap alam jagad raya,kehidupan, dan
konsep manusia dari ajaran yang dibawa oleh Mohammad
Demikian juga dengan Pak Tawang

Pak Richan menyandarkan cara pandangnya terhadap alam jagad raya dan kehidupan,
serta konsep manusia dari ajaran yang dibawa oleh Jesus Kristus

Saya, wawan menyandarkan cara pandangnya tedahap alam jagad raya dan kehidupan,
serta konsep manusia dari dialektika materi yang dibawa oleh Karl Marx, Engels,
Lenin, dan masih banyak lagi

lalu mari kita trace sejarah pemikiran masing-masing yang kita anut dan kita
gunakan sebagai cara pandang

Mohammad, pemikirannya tidak terlepas (historical) dari ajaran jesus
kristus,yahudi dan pemikiran-pemikiran yang mendahului dari history orang-orang
yahudi, dan Mohammad membawa suatu pemikiran baru yang mengabstraksikan
gejala/gerakan sosial di tanah arab pada abad ke 6.

Jesus, pemikirannya tidak terlepas (historical) dari ajaran jahudi, kondisi dan
lingkungan yahudi yang membentuk cara berpikirnya jesus. Ada perjanjian lama
yang tidak lebih dari historical ajaran yahudi dan ajaran-ajaran sebelumnya, dan
ada perjanjian baru hasil dialektika dari pemikiran jesus.

Lenin, pemikirannya didasarkan atas temuan science terutama darwin dan kemajuan
ilmu fisika pada abad 19, sehingga lahirlah konsep materialisme, karena dalam
ilmu fisika yang ada di alam jagad raya ini hanyalah merupakan gejala
fisis/materi saja. Dalam ilmu fisika tidak dikenal dengan yang namanya IMMATERI.

Dari ketiga pemikiran yang dianut oleh Pak Abbas, Pak Tawang, Pak Richan, dan
saya, tidak ada yang salah, dari semuanya adalah cuman masalah perspektive dari
masing-masing daripada kita.

Selanjutnya mari kita tengok tentang filsafat, atau bagaimana cara berpikir, dan
asal usul pemikiran.

Dalam ilmu filsafat, yang namanya pengetahuan itu adalah benar-benar tahu, tidak
ada sedikitpun keraguan dari ketahuannya, kalau ragu, maka secara filsafat
artinya gugur pengetahuannya. Dalam ilmu filsafat, pengetahuan itu merubah
keraguan menjadi kepastian dalam bentuk tahu. Artinya tahu benar-benar tahu,
bukan tahu asal sok tahu dan tahu-tahuan.

Selanjutnya dalam ilmu filsafat, PENGETAHUAN didapatkan dari dua hal
1. Logika untuk menalar kebenaran.
2. Proses-proses empiris dan pengalaman.

***

Ok, mari kita analisis dan balik kepada cara berpikir yang kita anut…

1. Mohammad itu bagaimana mendapatkan pengetahuannya terhadap Allah??? Secara
logika tidak mungkin, secara empiris juga tidak mungkin. Tidak pernah disebutkan
Mohammad itu bertemu Tuhan.
Demikian juga para pengikut Mohammad, apakah pernah secara logika membuktikan
Tuhan dan secara empiris pernah bertemu Tuhan. Kalau Pak Abbas dan Pak Tawang
mampu menjelaskan, tolong dijelaskan.
2. Demikian juga dengan Jesus, bagaimana mendapatkan pengetahuannya terhadap
Tuhan baik secara Logika dan Empiris??? Kalau Pak Richan mampu menjelaskan, maka
tolong dijelaskan.
3. Lenin menyusun filsafat materialisme berlandaskan ilmu fisika, biologinya
darwin, dan ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. Ilmu fisika tentunya didapat melalui
Logika dan empiris. Didalam ilmu fisika perlu pembuktian berulang-ulang buat
menguji kebenaran. Materialisme itu adalah cara berpikir yang lahir dari adanya
ilmu pengetahuan terlebih dahulu, materialisme adalah cara berpikir yang
melandaskan dari kebenaran dan bukti-bukti yang disodorkan ilmu pengetahuan.